Total penduduk terdata mencapai 4,073 jiwa (L: 2,099 / P: 1,974) dengan Rasio Jenis Kelamin 106.3. Struktur usia menunjukkan potensi keunggulan Bonus Demografi dengan penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi sebesar 68.8% (2,802 jiwa) dan rasio ketergantungan rendah (45.4%), didukung oleh 713 jiwa berpendidikan tinggi serta 249 jiwa tenaga kerja aktif.
| Tahun | L | P | Total | Pertumbuhan | Laju (%) |
|---|---|---|---|---|---|
| 2022 | 1,770 | 1,654 | 3,424 | - | - |
| 2023 | 1,886 | 1,787 | 3,673 | +249 | +7.27% |
| 2024 | 1,999 | 1,898 | 3,897 | +224 | +6.1% |
| 2025 | 2,099 | 1,974 | 4,073 | +176 | +4.52% |
| Agama / Keyakinan | Laki-laki | Perempuan | Total Jiwa | Pangsa |
|---|---|---|---|---|
| Islam | 1,885 | 1,795 | 3,680 | 90.35% |
| Kristen | 113 | 103 | 216 | 5.3% |
| Katholik | 89 | 70 | 159 | 3.9% |
| Budha | 4 | 1 | 5 | 0.12% |
| Hindu | 8 | 5 | 13 | 0.32% |
| Konghucu | 0 | 0 | 0 | 0% |
| Kepercayaan | 0 | 0 | 0 | 0% |
| No | Nama Wilayah | Laki-laki | Perempuan | Total Jiwa | Sex Ratio | Pangsa (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bubakan | 2,099 | 1,974 | 4,073 | 106.3 | 100% |
Rasio ketergantungan rendah (45.4%) menegaskan wilayah berada dalam jendela emas bonus demografi. Setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 45.4 jiwa penduduk non-produktif (anak dan lansia), membuka akselerasi tabungan dan investasi daerah.
Tercatat 713 jiwa (17.5%) penduduk menuntaskan pendidikan perguruan tinggi (D1-S3), mencerminkan pasokan tenaga kerja terampil (*skilled labor*) yang kompetitif untuk menopang sektor jasa, industri, dan teknologi.
Sebanyak 249 jiwa berpartisipasi aktif dalam struktur ketenagakerjaan formal maupun informal (wiraswasta, niaga, medis, pengajar, dan maritim), memperlihatkan keberagaman basis ekonomi rumah tangga perkotaan yang tangguh.