Total penduduk terdata mencapai 3,768 jiwa (L: 1,839 / P: 1,929) dengan Rasio Jenis Kelamin 95.3. Struktur usia menunjukkan potensi keunggulan Bonus Demografi dengan penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi sebesar 70.4% (2,652 jiwa) dan rasio ketergantungan rendah (42.1%), didukung oleh 601 jiwa berpendidikan tinggi serta 300 jiwa tenaga kerja aktif.
| Tahun | L | P | Total | Pertumbuhan | Laju (%) |
|---|---|---|---|---|---|
| 2022 | 1,878 | 2,008 | 3,886 | - | - |
| 2023 | 1,864 | 1,990 | 3,854 | -32 | -0.82% |
| 2024 | 1,838 | 1,942 | 3,780 | -74 | -1.92% |
| 2025 | 1,839 | 1,929 | 3,768 | -12 | -0.32% |
| Agama / Keyakinan | Laki-laki | Perempuan | Total Jiwa | Pangsa |
|---|---|---|---|---|
| Islam | 1,295 | 1,286 | 2,581 | 68.5% |
| Kristen | 291 | 325 | 616 | 16.35% |
| Katholik | 196 | 242 | 438 | 11.62% |
| Budha | 57 | 74 | 131 | 3.48% |
| Hindu | 0 | 0 | 0 | 0% |
| Konghucu | 0 | 2 | 2 | 0.05% |
| Kepercayaan | 0 | 0 | 0 | 0% |
| No | Nama Wilayah | Laki-laki | Perempuan | Total Jiwa | Sex Ratio | Pangsa (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Karang Kidul | 1,839 | 1,929 | 3,768 | 95.3 | 100% |
Rasio ketergantungan rendah (42.1%) menegaskan wilayah berada dalam jendela emas bonus demografi. Setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 42.1 jiwa penduduk non-produktif (anak dan lansia), membuka akselerasi tabungan dan investasi daerah.
Tercatat 601 jiwa (16%) penduduk menuntaskan pendidikan perguruan tinggi (D1-S3), mencerminkan pasokan tenaga kerja terampil (*skilled labor*) yang kompetitif untuk menopang sektor jasa, industri, dan teknologi.
Sebanyak 300 jiwa berpartisipasi aktif dalam struktur ketenagakerjaan formal maupun informal (wiraswasta, niaga, medis, pengajar, dan maritim), memperlihatkan keberagaman basis ekonomi rumah tangga perkotaan yang tangguh.